United States Holocaust Memorial Museum The Power of Truth: 20 Years
Museum   Education   Research   History   Remembrance   Genocide   Support   Connect
Donate
Ensiklopedia Holocaust

 

 

 

Sejarah Pribadi


Siegfried Halbreich
Dilahirkan: 1909, Polandia

Menggambarkan tentang kondisi dan kerja paksa di kamp Gross-Rosen. [Wawancara Video: 1992]

Transkrip:

Ada sebuah kamp baru, yang pada mulanya hanya terdiri atas ada enam blok, barak, dan pada malam hari kami dibawa ke barak kami, dan inilah barak kami selama setahun penuh, kondisinya di sini jauh lebih buruk daripada di kamp Sachsenhausen. Setiap hari, kami harus berjalan ke penggalian batu, kurasa mungkin sekitar 20 menit jauhnya, tempatnya ada di dataran tinggi pegunungan, dan uh, di situ kami harus bekerja, kami harus bekerja di penggalian ini mengangkut bebatuan berat [batuk], dan, uh, banyak orang mati seperti lalat. Dalam perjalanan pulang, kami, setiap orang harus membawa satu buah batu besar di pundak menuju kamp karena pulang, maksudku, pulang ke barak, ke kamp setelah melapor, dihitung berapa banyak orang yang masih ada, atau berapa banyak, jika, jumlah orang yang pergi dan yang kembali ke kamp sama, mereka berkata, “Semua kembali ke kamp, ke barak, kecuali orang Yahudi tetap tinggal.” Dan kami harus melanjutkan membangun kamp sampai jam dua belas malam. Jadi--semuanya tanpa makanan. Saat kami kembali ke barak, kami begitu lelah sehingga kami tidak punya nafsu makan sama sekali. Kami pun tertidur. Dan pada pagi hari, jam lima, jam enam segera bangun dan kembali melakukan hal yang sama.

Ada sebuah kamp baru, yang pada mulanya hanya terdiri atas ada enam blok, barak, dan pada malam hari kami dibawa ke barak kami, dan inilah barak kami selama setahun penuh, kondisinya di sini jauh lebih buruk daripada di kamp Sachsenhausen. Setiap hari, kami harus berjalan ke penggalian batu, kurasa mungkin sekitar 20 menit jauhnya, tempatnya ada di dataran tinggi pegunungan, dan uh, di situ kami harus bekerja, kami harus bekerja di penggalian ini mengangkut bebatuan berat [batuk], dan, uh, banyak orang mati seperti lalat. Dalam perjalanan pulang, kami, setiap orang harus membawa satu buah batu besar di pundak menuju kamp karena pulang, maksudku, pulang ke barak, ke kamp setelah melapor, dihitung berapa banyak orang yang masih ada, atau berapa banyak, jika, jumlah orang yang pergi dan yang kembali ke kamp sama, mereka berkata, “Semua kembali ke kamp, ke barak, kecuali orang Yahudi tetap tinggal.” Dan kami harus melanjutkan membangun kamp sampai jam dua belas malam. Jadi--semuanya tanpa makanan. Saat kami kembali ke barak, kami begitu lelah sehingga kami tidak punya nafsu makan sama sekali. Kami pun tertidur. Dan pada pagi hari, jam lima, jam enam segera bangun dan kembali melakukan hal yang sama.

Setelah Jerman menginvasi Polandia pada tanggal 1 September 1939, Siegfried melarikan diri bersama seorang temannya. Mereka berusaha mendapatkan surat-surat yang memungkinkan mereka pergi ke Prancis, tapi mereka malah diserahkan ke Jerman. Siegfried dipenjara, dibawa ke Berlin, lalu dipindahkan ke kamp Sachsenhausen dekat Berlin pada bulan Oktober 1939. Dia merupakan salah satu di antara kaum Yahudi Polandia pertama yang dipenjara di Sachsenhausen. Para tahanan diperlakukan secara buruk dan diharuskan melakukan kerja paksa. Setelah dua tahun, Siegfried dideportasi ke kamp konsentrasi Gross-Rosen, di mana dia dijadikan pekerja paksa di penggalian batu. Pada bulan Oktober 1942, Siegfried dideportasi dari Gross-Rosen ke kamp Auschwitz di wilayah Polandia yang diduduki. Di sini Siegfried mencoba menggunakan pengalamannya sebagai seorang ahli farmasi untuk menyelamatkan para tahanan yang sakit. Ketika pasukan Soviet mendekati kamp Auschwitz pada bulan Januari 1945, Siegfried dipaksa melakukan mars kematian dari kamp tersebut. Para tahanan yang tidak dapat melanjutkan atau tertinggal dibunuh. Siegfried dapat selamat.

— US Holocaust Memorial Museum - Collections

Copyright © United States Holocaust Memorial Museum, Washington, D.C.